Cara Mengobati Serangan Penyakit Asma

- Friday, March 22, 2013
Serangan asma harus mendapatkan pengobatan urgen/secepat mungkin untuk memerlukan saluran pernapasan. Obat untuk mencegah asma juga digunakan untuk mengobatinya, tetapi membutuhkan dosis yang lebih tinggi atau dalam bentuk yang berbeda.

pengobatan asma
Agonis reseptor beta-adrenergik, obat ini digunakan dalam bentuk hirup/sedot (inhaler) atau nebulizer untuk sesak napas yang sangat kronis/berat. Nebulizer mengarahkan udara atau oksigen di bawah tekanan melalui suatu larutan obat, sehingga mampu menciptakan kabut untuk dihirup oleh si penderita.

Pengobatan asma dapat dilakukan dengan cara lain, yaitu dengan penyuntikkan epinephrine atau terbutaline di bawah kulit dan aminophyllins theophylline melalui infus intravena.

Pengidap yang mengalami serangan hebat namun tidak mendapatkan hasil dari pengobatannya biasanya mendapatkan suntukan corticosteroid,secara intravena (melalui pembuluh darah).

Pada serangan asma yang berat umumnya kadar oksigen di dalam darahnya rendah, sehingga perlu diberikan tambahan oksigen. Jika terjadi dehidrasi, mungkin perlu diberikan cairan intravena. Jika terjadi infeksi, diberikan antibiotik.

Bagi penderita serangan asma berat, umumnya dilakukan,

  • Pemeriksaan kadar oksigen dan karbondioksida dalam darah
  • Pemeriksaan fungsi paru-paru, umumnya dengan spirometer atau peak flow meter.
  • Pemeriksaan rontgen dada.

Pengobatan Jangka Panjang
Salah satu pengobat yang ampuh dalam menangani asma yaitu dengan inhaler yang di dalamnya mengandung agonis reseptor beta-adrenergik. Penggunaan inhaler yang berlebihan mampu memicu terjadinya gangguan irama pada jantung.

Jika penderita memakai inhaler bronkodilator sebanyak 2 sampai 4 kali per hari dalam kurun waktu satu bulan tidak akan mengakibatkan gejala, bisa menambahkan inhaler corticosteroid, cromoline atau pengubah leukotrien. Jika gejalanya menetap, terutama pada malam hari, bisa juga menambahkan theophylline per-oral.

Pencegahan asma
Sebagai orang awam, perlu mencegah pengakit asma, yaitu bisa dicegah jika faktor pemicunya diketahui secara pasti dan bisa dihindari. Serangan yang dipicu oleh olahraga bisa dihindari dengan meminum obat-obatan sebelum melakukan aktivitas olahraga.

Advertisement
 

Start typing and press Enter to search